Simak Perbedaan Antara UMK dan UMR yang Harus Diketahui Oleh Calon Pekerja

 

Bagi para pencari kerja, tentunya target yang harus didapatkan setelah mendapatkan pekerjaan adalah nominal gaji jelas. Bahkan bagi Anda yang tinggal di kawasan Sidoarjo, tentunya memperoleh gaji UMK Sidoarjo setidaknya akan cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup setiap bulannya.

Beberapa perusahaan memang memberlakukan kriteria pembayaran gaji karyawan berdasarkan UMK dan UMR yang telah disepakati bersama. Pemilihan ketetapan ini memang harus diterima semua pekerja sesuai kesepakatan saat melamar kerja.

Penetapan upah minimum ini akan diumumkan setiap tahun, dan bahkan kenaikannya jua akan dibahas bersama antara pihak pekerja, pengusaha dan pemerintah setempat. Dimana ada dua kriteria yaitu UMK dan UMR. Jika Anda belum memahami sepenuhnya dua hal itu, berikut ini penjelasan lengkapnya seperti yang dikutip dari gajipokok.id.

Perbedaan Antara UMK dan UMR

Penetapan UMK Sidoarjo dan UMR setempat memang disesuaikan dengan besaran kebutuhan para pekerjanya. Karena perhitungan dari pihak perusahaan adalah menyesuaikan gaji karyawan dengan beberapa biaya kebutuhan seperti standar kelayakan hidup, harga kebutuhan pokok, tingkat inflasi dan beberapa variable lain.

UMK (Upah Minimum Kabupaten/Kota) merupakan sebuah ketentuan upah yang sudah disepakati oleh setiap wilayah kabupaten atau ota bedasarkan otonomi daerah tersebut. Sedangkan UMR (Upah Minimum Regional) adalah upah yang sudah disepakat bersama Gubernur dalam menetapkan nilai upah baik tanpa tunjangan atau ada tunjangan tetap.

Jika Anda sebagai pekerja masih dipusingkan dengan apa perbedaan keduanya, tentunya ada yang berbeda dari penetapan kedua upah tersebut. Berikut ini perbedaan keduanya:

  • Dari segi penetapan kebijakan, UMR ditetapkan langsung oleh perusahaan sesuai dengan keputusan Gubernur. Sedangkan untuk UMK penetapan juga oleh Gubernur namun harus sesuai dengan kesepakatan bupati, wali kota dan Dewan Pengupahan Provinsi.
  • Penetapan nilai upah UMR setiap tanggal 1 November dan hal ini berlangsung setiap tahun. Sedangkan penetapan UMK setiap tanggal 21 November per tahun setelah pengumuman penetapan UMR selesai disampaikan.
  • Dari segi nominal yang diterima oleh karyawan, ternyata nilai atau besaran upah UMK Sidoarjo lebih tinggi nilainya dibandingkan dengan nilai upah UMR. Jadi bisa dilihat dari jumlah upah yang diterima pada beberapa kota yang ada di Indonesia, setiap kota memang memiliki nilai upah yang tidak sama.
  • Setiap karyawan harus bisa memenuhi penetapan nilai upah yang di umumkan pihak perusahaan baik yang berhak menerima upah UMR maupun UMK karena sudah disepakati dan didasari dengan undang-undang. Jika memprotes atau melanggar maka pihak perusahaan boleh melakukan peringatan atau sanksi kepada karyawannya.

Nah, itulah beberapa perbedaan antara UMK Sidoarjo dan UMR yang harus Anda ketahui. Dengan informasi ini maka Anda sebagai calon pekerja akan semakin memahami apa saja nantinya kedepan berkaitan dengan nominal gaji yang akan diterima.