Upah Minimum Regional Kabupaten/Kota Di Jawa Barat Tahun 2022

 

Berapa upah minimum regional Kabupaten/Kota di Jawa Barat tahun 2022?Jika saat ini pembaca sedang mendaftar kerja, pastikan untuk mengetahui standar upah minimum daerah beserta cara melaporkan perusahaan ke Dinas Tenaga Kerja. Bukan tanpa sebab, pekerja wajib untuk mengetahui regulasi agar mendapatkan hak yang semestinya.

Pada tahun 2021, Ridwan Kamil selaku Gubernur Jawa Barat menetapkan upah minimum provinsi Jawa Barat untuk tahun 2022. Penetapan UMP berdasarkan pada Keputusan Gubernur Jawa Barat No. 561 tahun 2021. UMP yang terbaru ini mengalami kenaikan sesuai dengan hasil rapat pleno dewan pengupahan Jawa Barat sebagaimana yang disadur dari bussines.co.id.

Kenaikan UMP

Seperti yang sudah disebutkan di atas, upah minimum regional kabupaten/kota di Jawa Barat tahun 2022 mengalami kenaikan. Besarnya kenaikan UMP ini didasarkan pada perhitungan data statistik formal dari Badan Pusat Statistik. Dari hasil perhitungan ini didapatkan kesimpulan untuk memberikan kenaikan UMP sebesar 1.72%.

Jika sebelumnya besar upah minimum provinsi Jawa Barat adalah Rp 1.831.351, 36 pada tahun 2022, UMP ini mendapatkan kenaikan sebesar 1.72 persen atau senilai dengan Rp 31.135,95. UMP Jawa Barat di tahun 2022 menjadi Rp 1.841.4887,31.

Kenaikan upah minimum ini juga diikuti dengan kenaikan batas atas UMP Jawa Barat. Pada tahun 2021, batas UMP Jawa Barat adalah Rp 1.810.351,36. Bersamaan dengan UMP baru 2022, batas atas UMP Jawa Barat menjadi Rp 1.841.487,31 dengan batas bawah sebesar Rp 1.770.007,66.

Kenaikan UMK

UMP tidaklah sama dengan UMK. Upah Minimum Provinsi merupakan angka rata-rata dari keseluruhan kabupaten atau kota di bawahnya. UMK juga mendapatkan kenaikan, namun jumlahnya berbeda-beda di setiap daerah. Keputusan menaikkan UMK ini diatur dalam Keputusan Gubernur Jawa Barat No. 561/ Kep.732-Kesra/ 2021.

Kenaikkan UMK ini tidak berlaku di semua daerah. Ada 16 daerah yang mendapatkan kenaikkan upah dengan rata-rata persentase kenaikkan sebesar 1.06%. Sementara itu, 11 daerah lainnya di Jawa Barat tidak mendapatkan kenaikkan UMK.

Meskipun Bandung merupakan ibu kota provinsi Jawa Barat, UMK kota Bandung bukanlah yang tertinggi. UMK Bandung justru menempati posisi nomor delapan dari urutan UMK tertinggi di provinsi Jawa Barat. Daerah dengan UMK tertinggi adalah Bekasi, sementara yang terendah adalah kota Banjar. Berikut ini urutannya secara rinci:

  • Kota Bekasi Rp 4.816.921,17
  • Kabupaten Karawang Rp 4.798.312,00
  • Kabupaten Bekasi Rp 4.791.843,90 
  • Kota Depok Rp 4.377.231,93 
  • Kota Bogor Rp 4.330.249,57 
  • Kabupaten Bogor Rp 4.217.206,00 
  • Kabupaten Purwakarta Rp 4.173.568,61 
  • Kota Bandung Rp 3.774.860,78 
  • Kota Cimahi Rp 3.272.668,50 
  • Kabupaten Bandung Barat Rp 3.248.283,28 
  • Kabupaten Sumedang Rp 3.241.929,67 
  • Kabupaten Bandung Rp 3.241.929,67 
  • Kabupaten Sukabumi Rp 3.125.444,72 
  • Kabupaten Sumedang Rp 3.064.218,08 
  • Kabupaten Cianjur Rp 2.699.814,40 
  • Kota Sukabumi Rp 2.562.434,01 
  • Kabupaten Indramayu Rp 2.391.567,15 
  • Kota Tasikmalaya Rp 2.363.389,67 
  • Kabupaten Tasikmalaya Rp 2.326.772,46 
  • Kota Cirebon Rp 2.304.943,51 
  • Kabupaten Cirebon 2.279.982,77 
  • Kabupaten Majalengka Rp 2.027.619,04 
  • Kabupaten Garut Rp 1.975.220,92 
  • Kabupaten Kuningan Rp 1.908.102,17 
  • Kabupaten Ciamis Rp 1.897.867,14 
  • Kabupaten Pangandaran Rp 1.884.364,08 
  • Kota Banjar Rp 1.852.099,52

Jadi, apakah daerah pembaca mendapatkan kenaikkan UMR? Demikian daftar upah minimum regional Kabupaten/Kota di Jawa Barat tahun 2022 ini. Semoga informasi ini bermanfaat.